Feels like only a blink, but suddenly 2008 is almost over…
Sebelum akhir tahun, setiap perusahaan biasanya melakukan yang namanya performance appraisal – penilaian kinerja – terhadap seluruh karyawannya, untuk menilai bagaimana kinerja si karyawan secara keseluruhan di tahun itu. Tapi bukan itu yang saya pikirkan sekarang ini. Saat ini saya ingin menilai diri saya sendiri, untuk saya sendiri. Mungkin memang akan jadi subyektif, biarin. Toh ini buat kepentingan saya sendiri…
Tahun 2008 adalah tahun yang buruk untuk saya. Dari segi kinerja di kantor. Dari segi kinerja personal. Dari segi emosi. Dari segi apa saja saya memandang, rasanya saya sedang berada di titik terbawah kurva.
Di kantor, tidak hanya pekerjaan lama, tapi ada beberapa tanggung-jawab baru yang dipercayakan kepada saya, terutama dengan adanya proyek standarisasi sistem dan aplikasi yang digunakan di perusahaan secara keseluruhan. Masalahnya, saya sedang berada di titik bosan terendah setelah selama beberapa tahun terakhir mengurusi departemen yang sama, departemen di mana banyak orang berpendapat bahwa untuk bisa tahan bekerja di situ butuh kekuatan mental ekstra. Saya tahu dan yakin bahwa (dalam kondisi normal) seharusnya saya bisa mengerjakan apa yg sudah saya kerjakan selama tahun ini dengan jauh lebih baik. Setiap akan mengerjakan satu hal, saya tahu dan punya bayangan apa yg harus saya kerjakan supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal, menurut standar saya. Namun rasa jenuh dan bosan itu menang. Menang telak. Tetap saja saya nggak mengerjakan apa yang sudah saya bayangkan dan rencanakan. Saya bekerja dengan level jauh di bawah standar saya sendiri. Dan hal itu justru menyakiti hati saya sendiri, kecewa karena saya tahu saya bisa lebih dari itu. Waktu berbicara dengan bos pada waktu penilaian, saya katakan bahwa saya pribadi berpendapat tahun ini saya parah banget. Alih-alih setuju, dia malah bilang bahwa menurut pendapat dia saya sudah bekerja sesuai dengan harapan, tidak ada yang salah dengan performa saya…
Gubraks. Malah heran sendiri saya sekarang…
Secara personal, rasanya tidak jauh berbeda. Tahun ini rasanya saya nggak dapat apa-apa. Tidak menghasilkan sesuatu yang bisa menjadi pondasi buat saya ke depannya. Rasanya semua yang saya jalani hanya rutinitas semata. Beberapa rencana yang berkaitan dengan bisnis fotografi yang sedang dirintis tidak terlaksana, entah dengan alasan apa saja. Golf saya juga nggak tambah maju. Kolesterol tahun ini malah naik, olahraga tennis & basket kian tidak teratur. Saya jadi males ngebersihin rumah. De-el-el. De-el-el. Masalah yang hampir sama dengan di kantor. Malas. Saya tahu bahwa saya bisa mengerjakan ini-itu dengan jauh lebih baik. Tapi, entah kenapa, pikiran saya menolak untuk memerintahkan anggota badan yang lain untuk bergerak.
Saya jadi lebih cepat marah, lebih sensitif. Saya jadi mudah berprasangka, dengan gampang berpikir negatif. Saya berdoa, tapi saya merasa saya malah protes kepada Tuhan, bukan memohon rahmat & barakah-Nya, meminta lindungan & petunjuk-Nya…
Astaga. Sedemikian parahnya kah? Tidak adakah sesuatu yang baik tahun ini…?
Entahlah. Tampaknya saya sedang mencapai titik jenuh yang akut, baik dalam hal kehidupan profesional maupun personal. Motivasi diri secara keseluruhan sedang berada di titik nadir. Tampaknya perlu diadakan renovasi besar-besaran di kedua aspek tersebut…
Dari sisi profesional mungkin sedikit lebih mudah. Setelah tahu saya sedang bosan abis, mulai tahun depan bos langsung memindahkan saya ke departemen lain yang secara operasional sangat berbeda dengan departemen yang saya pimpin sekarang. Melihat kondisi departemen saya yang baru ini, yang terpikir di kepala saya adalah secara nggak langsung saya diminta untuk ‘bersih-bersih’ lagi. Membereskan departemen yang ‘bermasalah’ tampaknya sudah menjadi cap untuk saya…
Hmmm, okelah untuk sementara. Tapi sebenarnya saya mencari sesuatu yang lain, yang lebih menantang…
Dari sisi personal, ini yang lebih sulit. Saat ini saya belum tahu di mana salahnya. Akhir tahun (hijriah & masehi) ini tampaknya momen yang tepat untuk introspeksi diri, merenung, mencari akar masalah diri & hati ini. Saya mencoba mencari tahu apa yang ‘mengganggu’ saya akhir-akhir ini. Ataukah sebenarnya ini adalah masalah lama yang menumpuk tanpa saya sadar? Itu semua harus saya cari dulu sebelum bisa menjawabnya. Sebelum bisa memecahkan permasalahan yang ada dan kembali menjadi diri saya yang dulu. Yang jauh lebih positif daripada saat ini…
Dan semoga kali ini saya berdoa memohon petunjuk Allah, bukan malah mengancam-Nya dengan permintaan-permintaan saya…
Happy new year, everybody…




Dan pada saatnya, kita harus ikuti kata hati… dan melompat!
Doain ya, semoga saya punya cukup keberanian untuk melompat…
semangat!!
2008 itu emang tahun yang “ajaib” =)
check my post. hihi
Looks like year 2008 had been a tremendous year for most of us… It’s a good sign that we are still live in this world…
Define what you mean by ‘tremendous’ here… :-p