Just got back from a golf tournament that was held as part of Independence Day events in my community…
Tidak ada yang terlalu istimewa dengan turnamen golf itu sendiri. Turnamen bisa dibilang sama saja dengan turnamen-turnamen golf lain yang biasa diselenggarakan di komunitas di mana saya berada saat ini. Pesertanya juga hampir selalu sama, yang selalu berebut untuk ikut turnamen atau sekedar main golf bersama rekan-rekan yang lain di akhir minggu jika lapangan golfnya tidak digunakan untuk turnamen, karena memang hanya ada satu lapangan golf di sini sedangkan peminatnya sedemikian banyak. Permainan golf saya juga masih belum berkembang, masih begitu-begitu juga, ditambah lagi bahu dan tangan yang masih pegal dan sakit hasil motret acara lomba lari & bakti sosial sambil berhujan-hujan sehari sebelumnya membuat permainan semakin berantakan…
Alasan kan harus selalu ada, hehehe…
Yang berkesan justru pada saat pembukaan turnamen di pagi harinya. Kami semua para peserta turnamen menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Seluruh peserta (nggak tau temen-temen yang bule juga atau tidak, hahaha..) tampak bersemangat menyanyi. Saya nggak ingat kapan terakhir kali menyanyikan lagu kebangsaan ini di sebuah forum, bukan cuman bersenandung asal-asalan di depan TV kala lagu itu terdengar, entah di acara atau event apa yang sedang diliput oleh media itu. Ditambah lagi dengan romantisme nasionalisme yang meruak karena kejadian-kejadian akhir-akhir ini, lagu kebangsaan yang kami nyanyikan tadi semakin terasa maknanya…
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu
I am proud to be Indonesian, no doubt on that…



Di sanalah aku berdiri..